Monthly Archives: March 2009

Suara Manusia: Unik kah?

Manusia diciptakan oleh Sang Maha Pencipta penuh dengan keunikan. Kepala manusia, tidak ada yang identik, even untuk anak yang kembar identik sekalipun. Dalam dunia identifikasi untuk keperluan forensik, pada umumnya penyidik menggunakan Sidik Jari sebagai tanda unik seorang manusia. Sidik jari juga digunakan untuk identifikasi seseorang dalam sistem informasi, seperti password. Hal lain yang digunakan adalah karakter Retina mata. Retina mata juga diciptakan unik untuk setiap manusia. Identifikasi retina juga sudah banyak digunakan dalam bidang forensik maupun Information Security.  Seiring dengan perkembangan dunia kedokteran/biologi, DNA kemudian menjadi salah satu alat identifikasi keunikan seorang manusia.  Sidik jari, retina mata dan DNA adalah ciri keunikan manusia yang sifatnya statis.

Bagaimana dengan suara? Dengan pendekatan source-filter model, pada dasarnya setiap manusia dikaruniai dengan sebuah sistem pembangkit suara (rongga perut-membran-rongga dada) vocal fold dan sistem modulator/resonator yang kompleks  (filter) yang disebut vocal tract (mulai dari laryng sampai bibir). Sistem Vocal tract manusia bersifat unik, sehingga pada kondisi normal suara seorang manusia adalah unik. Sehingga, kalau kita sudah pernah mendengar suara seseorang (berulang-ulang), kita bisa dengan mudah mengenal orang dari suaranya sajah. Itu sebabnya suara mulai digunakan sebagai identitas unik manusia dalam dunia forensik maupun sistem security informasi. Akan tetapi, berbeda dengan sidik jari, retina dan DNA, identitas suara manusia bersifat dinamis. Perubahan kondisi psikis maupun kondisi fisik vocal tract (misalnya sakit flu) akan mengubah karakter resonansi atau filtering, sehingga suara manusia tersebut bisa berubah. Perubahan tersebut tentu saja bisa dilakukan dengan sengaja, misalnya seperti yang dilakukan oleh para pemain drama atau aktor monolog, yang bisa menirukan suara orang lain.

Oleh karenanya, identifikasi suara untuk keperluan forensik menjadi sangat kompleks, tidak seperti identifikasi sidik jari, retina maupun DNA yang lebih straightforward. Sebuah penelitian tengah dilakukan di Teknik Fisika ITB, untuk menganalisis suara yang dengan sengaja diubah karakternya. Target yang ingin diketahui adalah, karakter apa yang tetap tidak berubah walaupun warna suara ucapannya adalah suara orang lain.